Semua Tentang Bang Benyamin Sueap

Thursday, December 21, 2006

PROFILE BENYAMIN S.


BENYAMIN S (1939 - 1995)

Benyamin.S lahir di Kemayoran, 5 Maret 1939. Benyamin Sueb memang sosok panutan. Kesuksesan di dunia musik dan film membuat namanya semakin melambung. Lebih dari 75 album musik dan 53 judul film yang ia bintangi adalah bukti keseriusannya di bidang hiburan tersebut.
Dalam dunia musik, Bang Ben (begitu ia kerap disapa) adalah seorang seniman yang berjasa dalam mengembangkan seni tradisional Betawi, khususnya kesenian Gambang Kromong. Lewat kesenian itu pula nama Benyamin semakin popular.
Tahun 1960, presiden pertama Indonesia, Soekarno, melarang diputarnya lagu-lagu asing di Indonesia. Pelarangan tersebut ternyata tidak menghambat karir musik Benyamin, malahan kebalikannya. Dengan kecerdikannya, Bang Ben menyuguhkan musik Gambang Kromong yang dipadu dengan unsur modern.
Kesuksesan dalam dunia musik diawali dengan bergabungnya Benyamin dengan satu grup Naga Mustika. Grup yang berdomisili di sekitar Cengkareng inilah yang kemudian mengantarkan nama Benyamin sebagai salah satu penyanyi terkenal di Indonesia.
Selain Benyamin, kelompok musik ini juga merekrut Ida Royani untuk berduet dengan Benyamin. Dalam perkembangannya, duet Benyamin dan Ida Royani menjadi duet penyanyi paling popular pada zamannya di Indonesia. Bahkan lagu-lagu yang mereka bawakan menjadi tenar dan meraih sukses besar. Sampai-sampai Lilis Suryani salah satu penyanyi yang terkenal saat itu tersaingi.
Orkes Gambang Kromong Naga Mustika dilandasi dengan konsep musik Gambang Kromong Modern. Unsur-unsur musik modern seperti organ, gitar listrik, dan bass, dipadu dengan alat musik tradisional seperti gambang, gendang, kecrek, gong serta suling bambu.
Setelah Orde Lama tumbang, yang ditandai dengan munculnya Soeharto sebagai presiden kedua, musik Gambang Kromong semakin memperlihatkan jatidirinya. Lagu seperti Si Jampang (1969) sukses di pasaran, dilanjutkan dengan lagu Ondel-Ondel (1971).
Lagu-lagu lainnya juga mulai digemari. Tidak hanya oleh masyarakat Betawi tetapi juga Indonesia. Kompor Mleduk, Tukang Garem, Bang Puase, dan Nyai Dasimah adalah sederetan lagunya yang laris di pasaran.
Terlebih setelah Bang Ben berduet dengan Bing Slamet lewat lagu Nonton Bioskop, nama Benyamin menjadi jaminan kesuksesan lagu yang akan ia bawakan.
Setelah Ida Royani hijrah ke Malaysia tahun 1972, Bang Ben mencari pasangan duetnya. Ia menggaet Inneke Kusumawati dan berhasil merilis beberapa album, seperti Djanda Kembang, Semut Djepang, Sekretaris, Penganten Baru dan Palayan Toko.
Lewat popularitas di dunia musik, Benyamin mendapatkan kesempatan untuk main film. Kesempatan itu tidak disia-siakan. Beberapa filmnya, seperti Banteng Betawi (1971), Biang Kerok (1972), Intan Baiduri serta Si Doel Anak Modern (1977) yang disutradari Syumanjaya, semakin mengangkat ketenarannya.
Pada akhir hayatnya, Benyamin juga masih bersentuhan dengan dunia panggung hiburan. Selain main sinetron/film televisi (Mat Beken dan Si Doel Anak Sekolahan) ia masih merilis album terakhirnya dengan grup Gambang Kromong Al-Hajj bersama Keenan Nasution. Lagu seperti Biang Kerok serta Dingin-dingin menjadi andalan album tersebut.
Benyamin meninggal dunia seusai main sepakbola pada tanggal 5 September 1995, akibat serangan jantung.

Monday, December 11, 2006

Benyamin S Album

02 Kompor Meleduk
Download
06 Begini Begitu
Download
07 Hujan Gerimis
Download
08 Disini Aje
Download
10 Sang Bango
Download
11 Superman
Download
13 Abang Pulang
Download
16 Penganten
Download
Bahasa Inggris
Download
Cha Cha Maricha (S)
Download
sepak bola
Download

Lirik Lagu lagu Benyamin S

HUJAN GERIMIS
Eh.. Hujan Gerimis AJE..
Ikan Teri di ASININ
EH.. Jangan Menanggis Aje
yang pergi jangan dipikirin
Eh.. Hujan Gerimis aje...
Ikan LELE ade Kumisnye
Eh.... Jangan Menanggis Ajee..
Kalo Boleh cari Gantinye..
REFF : Menggapa Hujan Gerimis Aje..
Pergi Berlayar Ke Tanjung CHINA...
Mengapa Ida Menanggis AJE...
kalo Emang JODOH G kemana...
HEyyyyy..heyyy..
EH.. Hujan Gerimis AJE..
Ikan BAWAL DI ASININ
EH.. Jangan MEnanggis Ajee..
BULAN SAWAL MAU DI KAWININ
( MAU DIKAWININ JANGAN NANGGIS DONK BEBEKAK NAMANYA) ( BANG BEN )
(YAH...ENTAR AYE.. CELEPUK DONK... (Ida)
BACK Too.. REFF..
Jalan jalan KE MENADo...
Jangan Lupa MEMBELI PALA
KALO niat Mencari JODOH
CARI yang HITAM seperti SAYA......!!!
AHHHHH MASAK???????...
Superman


Run, run, runaway 2x

Do you know who am I?
I am the Superman, babe
I don?t like capcay but I like permen only
Flying to the sky, looking for layangan putus
I don?t like petai bau sih,
but I like asinan seger

When I fall into comberan
My face rotten and blebotan,
But when I nyangsang di tiang jemuran
Never mind because I can gelantungan

Yeah.. yeah.. yeah..

Do you know who am I?
I am the Superman, babe
I?m a friend of Samurai, do you know Sintaro?
Because he is my friend

He run run runaway

When I fly to all over the world
I met Flash Gordon and Gatot Kaca
But when look down to the earth
I saw many tukang becak

Kring kring kriiing

Do you know who am I?
I am the Superman, babe
Now I?m going to fly
Go home to my losmen
Gang Bugis ninety-nine, peace!

Wirrii wiriii kuplak kaplek
Wirrii wiriii kuplak kaplek

Hikayat Bang Benyamin S.

Taisen gue

Di lagu item manis, ada kata-kata "biar begitu taisen gue"

Kata taisen, yang kemudian di kalangan muda-mudi artinya menjadi pacar, berasal dari judi hwahwe yang marak di Jakarta akhir 1960-an dan awal 1970-an.

Judi itu menjanjikan 36 angka keberuntungan dengan simbol binatang pada setiap angkanya. Angka 1 (ikan bandeng), misalnya, taisen-nya angka 5 (singa), angka 30 (monyet) taisen-nya angka 23 (ikan mas koki), dan seterusnya. "Kalau adek jadi ikan mas koki, abang yang jadi taisennya... monyet dong," kata Benyamin dalam salah satu lirik lagunya.

Kamus kecil2an bhs Betawi

Lampiran bahasa jakarta(betawi)

abong-abong=mentang-mentang
aje=saja
ama=dengan
babe= bapak
bangke= bangkai
bangkotan= tua bangka
beko= permen
belon= belum
bener= benar
bini= istri
ceban= sepuluh ribu
cepe= seratus
die= dia
elu= kamu, anda
encang= paman
engkong= kakek
enyak= ibu
gotun= lima perak
goban= lima puluh ribu
gocap= lima puluh
goceng= lima ribu
gope= lima ratus
gue= saya, aku
jigo= dua lima
kagak= nggak, tidak
kate= kata
laki= suami, lelaki
lu= kamu
maen= bermain
malem= malam
mpok= mbak
musti= harus
naek = naik
nangke= lande cempedak
noceng= dua ribu
seceng= seribu
sono= sana, di sana
udeh= sudah

Tambahin di kome deh kalo ada yg aneh aneh hehe


Jakarta 478 Tahun

Sebelumnya ane minta ma'af karena telat ngucapin met ultah buat djakarta! Kali ini cuma mau ceritain kegiatan perayaan ultah kota jakarta tercinta ini di daerah Jeruk Purut, tempat saya (yg nulis) tinggal sekarang. Acara nya sendiri meriah, ada bazaar, panggung musik, biar kecil-kecilan di jalanan, tapi tetep meriah apalagi hujan yg biasanya turun, gak ada setitik pun.Jadinya acara di hari minggu itu lancar, mulai pagi sampai malam. Nah seperti biasanya, di acara musik, beberapa peserta bawain lagunya bang ben!, yah siapa lagi? Memang Bang ben udah seperti icon betawi aja ya. Malah ada yg bawain lagu bang ben semua muanya. Lagu-lagu yang dibawain kebanyakan lagu-lagu pop/rock, maklum yg ngeband anak2 muda. lagu-lagunya antara lain Kompor mleduk, Juki. dan Gerimis. Dan penonton pun ikutan nyanyi dan menyahuti setiap vokalis nya berdialog. Mereka rata-rata hapal lagu-lagunya, dan yg nonton pun dari berbagai usia dari anak abg sampai ibu-ibu. Yah itu sekelumit cerita dari perayaan ultah jakarta ditempat sahaya
wawancara Garin (petikan)
Petikan wawancara dg Garin - Kultur Politik Tak Mendukung Renaisans (tiras)Diambil hanya bagian akhir saja....
Ada kritik bahwa stasiun televisi juga dianggap tidak lagi mem-peduli-kan kondisi masyarakat?
Benar, memang mereka tidak perduli. Seperti yang saya katakan, waktu yang begitu cepat, karena tekanan investasi membikin mereka tidak terlalu perduli dengan ekologi tontonan. Kalau saya menonton komedi yang baik, unsur drama yang baik. Jadi, kalau anak saya menonton akan merekam, sehingga tatkala dia memproduksi pada waktu dewasa, dia tahu yang baik. Sekarang tidak terjadi seperti itu. Padahal, suatu industri yang baik kalau penonton juga tumbuh sehat. Jadi, penonton itu mengerti sesuatu yang bagus, karena memiliki elemen-elemen yang bisa dipe-gang. Dan, kita tidak punya daya evaluasi untuk itu.
Tapi, kan kita sudah bisa menunjukkan kualitas produk, misalkan lewat Si Doel Anak Sekolahan?
Si Doel Anak Sekolahan merupakan contoh industri yang sangat tepat. Sebab, dia melahirkan unsur-unsur relaksisasi manusia. Ada indentifikasi, rasa humor, ada rasa kesejukan (cinta, persahabatan).Ada tokoh modern, orang desa, lengkap, mengandung berbagai aspek. Simpel, sederhana, tapi mengandung aspek hiburan itu.
Artinya, kita belum memiliki industri hiburan yang baik?
Kita sejauh ini sulit mengetahui mengapa Si Doel berhasil. Tapi, setidaknya kita memiliki indentifikasi komunal. Rano Karno merupakan indentifikasi komunal yang sejarahnya sangat panjang. Saya anak-anak, indentifikasi saya Rano, remaja juga Rano, tua masih juga Rano. Jadi ada sebuah sejarah panjang kebintangan komunal bersama. Dan, dia diletakkan dalam posisi yang tepat. Ia berada pada posisi pencari pekerjaan, posisi transformasi. Rano memiliki kepandaian memilih casting. Sutradara yang pernah mengikuti sutradara besar. Ia memiliki insting casting yang tepat.
Apakah Anda yakin Si Doel akan sukses lagi?
Saya katakan, Rano jangan dibebani itu. Itu tidak sehat.
Keberhasilannya, apakah tidak terletak pada daya pikat Benyamin. Artinya, fans yang dimiliki Benyamin-lah yang menyumbang keberhasilan Si Doel?
Justru itu keberhasilan Rano. Ia meletakkan casting secara tepat.Benyamin memberikan warna lokal yang tidak bisa digantikan siapa pun juga. Kelokalan itu, menjadi kerinduan yang khas. Ini menjadi nilai yang berharga sekali.
Tapi, Rano tampaknya akan terbebani dengan sukses Si Doel yang pertama?
Dan, apakah ia akan melakukan kompromi dengan alasan iklan, misalkan?
Saya kira Rano tidak akan melakukan kompromi seperti itu. Yang pasti saya menilai Rano akan sedikit terbebani secara psikologis. Padahal, ia tak harus seperti itu. Masalahnya, sistem rating menunjukkan pengaruh sangat besar pada industri televisi kita. Dan, kemudian dinilainya, kalau berhasil karena iklannya yang banyak. Dan, saya sangat percaya orang beriklan akan memilih pada program-program yang sangat tepat dengan segmen yang dituju.

Bang Ben dan Musik

Sekitar 75 album musik yang melibatkan nama Benyamin Sueb. Bukan jumlah sedikit tentunya untuk ukuran biduan di lokal (indonesia) apalagi temanya kebanyakan adalah betawi.
Bakatnya sudah terlihat sejak anak-anak. Sejak usia 6 tahun, Benyamin kerap menyanyi untuk menghibur tamu di setiap hajatan. Bakat seninya tak lepas dari pengaruh sang kakek, Haji Ung (Jiung) yang juga pemain teater rakyat di zaman kolonial Belanda. Sewaktu kecil, bersama ketujuh kakaknya, Benyamin sempat membuat orkes kaleng.
Karir musiknya diawali dengan bergabung bersama grup Naga Mustika. Grup yang berdomisili di sekitar Cengkareng inilah yang kemudian mengantarkan nama Benyamin sebagai salah satu penyanyi terkenal di Indonesia. Selain Benyamin, kelompok musik ini juga merekrut Ida Royani untuk berduet dengan Benyamin. Dalam perkembangannya, duet Benyamin dan Ida Royani menjadi duet penyanyi paling popular pada zamannya di Indonesia. Bahkan lagu-lagu yang mereka bawakan menjadi tenar dan meraih sukses besar. Sampai-sampai Lilis Suryani, penyanyiterkenal saat itu, tersaingi.
Orkes Gambang Kromong Naga Mustika dilandasi dengan konsep musik Gambang Kromong Modern. Unsur-unsur musik modern seperti organ, gitar listrik, dan bass, dipadu dengan alat musik tradisional seperti gambang, gendang, kecrek, gong serta suling bambu. Lagu seperti Si Jampang (1969) sukses di pasaran, dilanjutkan dengan lagu Ondel-Ondel (1971). Lagu-lagu lainnya juga mulai digemari. Tidak hanya oleh masyarakat Betawi tetapi juga Indonesia. Kompor Mleduk, Tukang Garem, Bang Puase, dan Nyai Dasimah adalah sederetan lagunya yang laris di pasaran. Terlebih setelah Bang Ben berduet dengan Bing Slamet lewat lagu Nonton Bioskop dan Tukang Sayur, nama Benyamin menjadi jaminan kesuksesan lagu yang akan ia bawakan.
Setelah Ida Royani hijrah ke Malaysia tahun 1972, Babe Ben mencari pasangan duetnya. Ia menggaet Inneke Kusumawati dan berhasil merilis beberapa album, seperti Djanda Kembang, Semut Djepang, Sekretaris, Penganten Baru dan Palayan Toko. Lewat popularitas di dunia musik itulah,Babe Ben mendapatkan kesempatan untuk main film, yang diawali dengan Banteng Betawi (1971).
Menjelang akhir hayatnya, Babe Benyamin juga masih bersentuhan dengan dunia panggung hiburan. Selain main sinetron (Mat Beken dan Si Doel Anak Sekolahan) dan talk show Benyamin Show, Babe masih merilis album terakhirnya dengan grup Gambang Kromong Al-Hajj bersama Keenan Nasution, dengan lagu andalan Biang Kerok serta Dingin-dingin yang bernuansa Progressive Rock.

Mengenang Encing Benyamin Sueb

Oleh: Ekky Imanjaya

"Gue mau dong rekaman kayak penyanyi beneran" ungkap Benyamin Sueb kepada Harry Sabar, di tahun 1992. Maka, bersama Harry Sabar, Keenan Nasution, Odink Nasution, dan Aditya, jadilah band Al-Haj dengan album Biang Kerok. Inilah band dan album terakhir Benyamin. "Di lagu itu, entah kenapa, Ben menyanyi seperti berdoa, khusuk.Coba saja dengar Ampunan," jelas Harry, sang music director. "Mungkin sudah tahu kalau hidupnya tinggal sebentar," imbuhnya. Memang betul, setelah album itu keluar, Benyamin sakit keras, dan rencana promosi ditunda-dan tak pernah lagi terwujud kecuali beberapa pentas. Di album ini, Benyamin menyanyi dengan "serius". Tetapi, lagi-lagi, seserius apa pun, tetap saja orang-orang yang terlibat tertawa terpingkal-pingkal saat Benyamin rekaman lagu I’m a Teacher dan Kisah Kucing Tua dengan penuh improvisasi. Sementara lagu Dingin Dingin Dimandiin dan Biang Kerok bernuansa cadas. Dan Ampunanmu kental dengan progressive rock, diantaranya nuansa Watcher of the Sky dari Genesis era Peter Gabriel.
Yang menarik, masih menurut Harry, saat Benyamin menonton Earth, Wind, and Fire di Amerika-saat menjenguk anaknya yang kuliah disana-dia langsung komentar:"Nyanyi yang kayak gitu, asyik kali ye?", dan nuansa itu pun hadir di beberapa lagu di album itu, salah satunya dengan sedikit sentuhan Lady Madonna dari The Beatles.
Agaknya semua media sudah memuat profil, prstasi, dan kelegendarisan sang Ikon betawi ini.. Lantas, apa yang tersisa. Ape ye yang tersisa dari budayawan betawi yang wafat 5 September 1995 ini?
Seniman asli Betawi kelahiran Kemayoran, 5 Maret 1939 ini main film dengan judul yang menjual namanya--sedikit sekali film di Indonesia yang menjual nama bintangnya, tercatat diantaranya Benyamin, Bing Slamet,Ateng, dan Bagyo. Judulnya, antara lain Benyamin Biang Kerok (Nawi Ismail, 1972), Benyamin Brengsek (Nawi Ismail, 1973), Benyamin Jatuh Cinta (Syamsul Fuad, 1976), Benyamin Raja Lenong (Syamsul Fuad, 1975), Benyamin Si Abunawas (Fritz Schadt, 1974), Benyamin Spion 025 (Tjut Jalil, 1974), Traktor Benyamin (Lilik Sudjio, 1975), Jimat Benyamin (Bay Isbahi, 1973), dan Benyamin Tukang Ngibul (Nawi Ismail,1975).Dia juga main di film seperti Ratu Amplop (Nawi Ismail, 1974), Cukong Blo'on (Hardy, Chaidir Djafar, 1973),Tarsan Kota (Lilik Sudjio, 1974),Samson Betawi (Nawi Ismail, 1975), Tiga Janggo (Nawi Ismail, 1976)--,Tarsan Pensiunan (Lilik Sudjio, 1976), Zorro Kemayoran (Lilik Sudjoi, 1976). Sementara Intan Berduri (Turino Djunaidi, 1972) membuat dirinya, dan Rima Melati, meraih Piala Citra 1973, selain karena Si Doel Anak Modern yang digarap Sjuman DJaya.
Benyamin juga membuat perusahaan sendiri bernama Jiung Film--diantara produksinya Benyamin Koboi Ngungsi (Nawi Ismail, 1975)--bahkan menyutradarai Musuh Bebuyutan (1974) dan Hippies Lokal (1976).
Tetapi, jangan salah, Encing Ben tidak menjadi bintang utama di setiap filmnya. Seperti layaknya semua orang,ada proses dimana Encing Ben "hanya" menjadi figuran atau paling mentok actor pembantu. Dalam hal ini, paling tidak ada dua nama yang patut disebut, yaitu Bing Slamet dan Sjuman Djaya. Walau sudah merintis karir sebagai "bintang film" lewat film perdananya, Banteng Betawi (Nawi Ismail,1971) yang merupakan lanjutan dari Si Pitung (Nawi Ismail, 1970), tetapi kedua nama besar itulah yang mempertajam kemampuan akting Encing BenDalam "berguru" dengan Bing Slamet, Benyamin tidak saja bekerja sama dalam hal musik-seperti dalam lagu Nonton Bioskop dan Brang Breng Brong. Tapi dalam hal film pun dilakoninya. Terlihat dengan jelas, di film Ambisi (Nya Abbas Acup, 1973) -sebuah "komidi musikal" yang diotaki oleh Bing Slamet-Benyamin menjadi teman sang actor utama, Bing Slamet menjadi penyiar Undur-Undur Broadcasting. Di film ini, sudah terlihat gaya "asal goblek" Encing yang penuh improvisasi dan memancing tawa. Di sini, dia berduet dengan Bing Slamet lewat lagu Tukang Sayur. Tetapi, sebenarnya, setahun sebelumnya, Encing Ben juga diajak ikutan main Bing Slamet Setan Djalanan (Hasmanan, 1972). Karena itulah, saat sahabatnya itu wafat pada 17 Desember 1974, Encing Ben tak dapat menahan tangisnya.Dengan Sjuman Djaya, Encing Ben diajak main Si Doel Anak Betawi (Sjuman Djaya, 1973).
Dirinya menjadi ayah si Doel, yang diperankan oleh Rano Karno kecil. Perannya serius tapi, seperti stereotipe orang Betawi, kocak dan tetap "asal goblek".
Adegan terdasyat film ini adalah saat pertemuan antara abang-adik yang diperankan olehs Benyamin dan Sjuman Djaya sendiri, terlihat ketegangan dan kepiawaian akting keduanya yang mampu mengaduk-aduk emosi penonton. Talenta itu direkam oleh ayah dari Djenar Maesa Ayu dan Aksan Syuman, dan dua tahun kemudian Encing Ben pun main film sekuelnya, Si Doel Anak Modern (Sjuman Djaya, 1975). Kali ini Encing Ben menjadi bintang utamanya, dan meraih Piala Citra!Yang menarik, lebih dari dua puluh tahun kemudian Rano Karno membuat versi sinetronnya. Castingnya nyaris sama: Rano sebagai Si Doel, Benyamin sebagai ayahnya-selain theme songnya dan settingnya yang hanya diubah sedikit saja.
Lagi-lagi Encing Ben menjadi actor pendukung, tapi kehadirannya sungguh bermakna.Sebenarnya ada satu lagi film yang dirinya bukan aktor utama, tetapi sangat dominan bahkan namanya dijadikan subjudul atawa tagline: Benyamin vs Drakula. Film itu adalah Drakula Mantu, karya si Raja Komedi Nyak Abbas Akub tahun 1974). Film bergenre komedi horor itu "memaksa" Encing Ben beradu akting dengan Tan Tjeng Bok, si actor tiga zaman.Begitulah, meski beberapa pernah tidak "menjabat" sebagai actor utama, tetapi kehadirannya mencuri perhatian penonton saat itu.
Tidak selamanya kegiatan Encing Ben ada di dunia seni budaya. Encing Ben selepas dari SMA Taman Madya Jakarta (1958), melanjutkan ke Akademi Bank Jakarta, tapi tidak tamat.
Anak bungsu yang pernah bercita-cita menjadi pilot-tapi dilarang ibunya-itu pernah juga Krusus Lembaga Pembinaan Perusahaan dan Pembinaan Ketatalaksanaan (1960), Latihan Dasar Kemiliteran Kodam V Jaya (1960), Kursus Administrasi Negra (1964). Pernah juga jadi pedagang roti dorong, Kondektur Bus trayek Lapangan Banteng-Pasar Rumput (1959), Bagian Amunisi Peralatan AD (1959-1960), Bagian Musk Kodam V Jaya (1957-1969), dan Kepala Bagian Perusahaan Daerah Kriya Jaya (1960-1969).
Tapi, semua itu tidak membuatnya surut untuk menjadi seorang entertainer sejati di Indonesia. Sebab, baginya: "Kepuasan adalah suatu kemunduran". Sepertinya, Indonesia masih saja kehilangan sosok Encing Benyamin yang wafat 5 September, 9 tahu lalu. Indonesia masih saja mencari sosok budayawan yang menghibur sekaligus mendidik bangsa.Jadi, tepat dong kalau, mengutip salah satu kaosnya: "Wanted: Benyamin Sueb, Biang Kerok!"Sayup-sayup, dari salah satu stasiun swasta, terdengar Encing Ben bernyanyi sendu tapi tetap mengundang tawa di film Tiga Djanggo:
"Djanggo pintar pintar bodo
Djanggo tidak suka baso
Djanggo suka ngangon kebo
Djanggo kalau tidur ngigo"
Sebagian dari tulisan ini dimuat di majalah Matra edisi September 2004


VCD Benyamin

Buat fans bang ben, ada info nih. Kalo cari VCD nya bisa coba jalan ke glodok. Di tempat pusat VCD, disana ada beberapa kios yg jual film-film Indonesia lama. Diantaranya film2 benyamin tentu ada, emang gak lengkap tapi cukup banyak judul bisa ditemuin disana. Yang jelas bukan bajakan, tapi separo harga, cuman 8 ribu perak...

Foto foto & Foto Bang BEnyamin










Intan Berduri


















Movie

Hi teman semuanya, ini dia list 53 film nya bang ben. Tentu nggak semua ada VCD/ kaset Video nya. BTW, ini adalah list filmnya... loh.. Judulnya... buat kenalin kepada kalian yang pengen kolekso Film filmnya... ^_^

"Judul judul Film Bang Benyamin S.

1. Honey Money and Jakarta Fair 1970
2. Dunia Belum Kiamat 1971
3. Hostess Anita 1971
4. Brandal-brandal Metropolitan 1971
5. Banteng Betawi 1971
6. Bing Slamet Setan Jalanan 19727Angkara Murka 1972
8. Intan Berduri 1972
9. Biang Kerok 1972
10. Si Doel Anak Betawi 1973
11. Akhir Sebuah Impian 1973
12. Jimat Benyamin 1973
13. Biang Kerok Beruntung 1973
14. Percintaan 1973
15. Cukong Bloon 1973
16. Ambisi 1973
17. Benyamin Brengsek 1973
18. Si Rano 1973
19. Bapak Kawin Lagi 1973
20. Musuh Bebuyutan 1974
21. Ratu Amplop 1974
22. Benyamin Si Abu Nawas 1974
23. Benyamin spion 025 1974
24. Tarzan Kota 1974
25. Drakula Mantu 1974
26. Buaya Gile 1975
27. Benyamin Tukang Ngibul 1975
28. Setan Kuburan 1975
29. Benyamin Koboi Ngungsi 1975
30. Benyamin Raja Lenong 1975
31. Traktor Benyamin 1975
32. Samson Betawi 1975
33. Zorro Kemayoran 1976
34. Hipies Lokal 1976
35. Si Doel Anak Modern 1976
36. Tiga Jango 1976
37. Benyamin Jatuh Cinta 1976
38. Tarzan Pensiunan 1976
39. Pinangan 1976
40. Sorga 1977
41. Raja Copet 1977
42. Tuan, Nyonya dan Pelayan 1977
43. Selangit Mesra 1977
44. Duyung Ajaib 1978
45. Dukun Kota 1978
46. Betty Bencong Slebor 1978
47. Bersemi Di Lembah Tidar 1978
48. Musang Berjanggut 1981
49. Tante Girang 1983
50. Sama Gilanya 1983
51. Dunia Makin Tua / Asal Tahu Saja 1984
52. Koboi Insyaf / Komedi lawak '88 1988
53. Kabayan Saba Kota 1992


Category: Movies
Genre: Drama
Dikisahkan sebuah keluarga di sebuah dusun, mereka hidup dengan serba kekurangan, Jamal (Benyamin S) bekerja sehari-hari sbg pencari ikan disungan, ditemani Asih istrinya yg setia serta anaknya yg sedang jatuh sakit.

Digambarkan betapa sulitnya hidup mereka, bahkan saudara dan tetangga dekat tak ada yg mau menolong.

Suatu saat, Jamal menemukan sebongkah berlian yang akhirnya merubah kehidupan mereka. Bahagiakah mereka?Benyamin Meraih Piala Citra sebagai Pemeran Pria Terbaik pada Festival Film Indonesia 1973 lewat film ini.


Category:Movies
Genre: Drama
Cakra (Benyamin Sueb) adalah pemuda kampung yg bloon, anak satu-satunya dan kesayangan dari Mang Ujang (Hamid arief) dan istrinya (Aminah Candrakasih). Meski usianya sudah 18 tahun tp masih duduk di kelas 6 SD.
Atas bujukan (lupa namanya, diperankan Robby SUgara) akhirnya ayah Cakra yang terkenal pelit itu mengirim Cakra untuk sekolah di Jakarta. Sekolah yg sebenernya gak ada itu dijadikan alat untuk menipu ayah Cakra.
Sorga sebenernya secara keseluruhan bisa bagus. Diawal s/d pertengahan cerita mengalir lancar dan wajar. Penggambaran tokoh2nya menarik. Tapi sayang di pertengahan sampai akhir film mucul tokoh baik, seorang anggota pramuka. Menjadikan film ini agak aneh, munculnya si gadis pramuka terlalu dipaksakan. Jadi kayak film sponsor pramuka aja jadinya.

Si Doel Anak Modern (Sjuman Djaya, 1976).

Category: Movies
Genre: Comedy
Film yang membuat Benyamin menjadi Aktor terbaik dan meraih Piala Citra tahun 1977. Citra juga diraih oleh Sutradara dan skenario (Sjuman Djaya), selain meraih Piala Akademi Sinematografi LPKJ.
Bercerita tentang si Doel yang baru lulus sekolah dan menganggur serta terus membujang. Si Doel sangat mencintai Nonon (Christine Hakim), teman sekolahnya yang sekarang menjadi peragawati dan sedang dekat dengan Ahmad (Achmad Albar). Karena cinta, Doel berbisnis dengan Sapii (Farouk Afero) dan Sinyo (Wahab Abdi).
Sjuman Djaya-- yang seperti kebiasaannya, ikut bermain dalam filmnya sendiri--hendak mengejek modernitas yang dipandang banyak orang secara salah kaprah. Bahkan judulnya pun dicoret menjadi SI Doel Sok Modern.

Category:Movies
Genre: Horror
Film yang jarang diputar dan unik karena bergenre komedi-horor. Subjudul film ni adalah Benyamin Kontra Drakula. Film ini dibesut oleh Raja Komedi Nyak Abbas Akub dan Benyamin beradu akting dengan Tan Tjeng Bok. Juga dimeriahkan oleh Rice Margaretha Gerung, Miss Photogenic Jakarta 1974.
Film ini bercerita tentang Benyamin yang menjadi tukang untuk memperbaiki rumah tua rusah yang akan dihuni oleh pasangan yang baru datang dari Inggris. Ternyata rumah itu banyak hantunya, dan mereka sedang menantikan Pangeran Drakula yang akan dikawinkan dengan anak dari salah satu hantu penghuni rumah angker itu. Jauh sebelum ada adegan cium bibir Rangga dan Cinta di Ada Apa dengan Cinta, film ini sudah menyajikan cium bibir, tentu dengan semangat komedi. Musiknya digarap oleh Mus Mualim, suami Titiek Puspa.

Category: Movies
Genre: Comedy
Ketika orang pedaleman datang ke ke kota, terjadi benturan budaya, dari sini muncul kelucuan-kelucuan yang bener bener seger. Film g diproduksi tahun 1974 ini berhasil menampilkan kelucuan-kelucuan itu dengan apa ada nya, segar dan orisinil bahkan ga terduga. Contohnya waktu tarzan (Benyamin S) ngeringkuk ngadem di di kulkas. atau adegan keluar penjara dengan membengkokan terali besi, terus balik lagi, cuman mau kencing doang, yg mana ngegambarin kejujuran tarzan.
Di ceritakan Ka Ida (ida Royani) seperti film tarzan aslinya, tersesat dihutan dan bertemu tarzan. Dari situ tarzan ikut ka ida ke kota. Di kota Tarzan sempet diajari membaca sampei diajarin mabuk (di cekokin).
Adegan mengharukan sekaligus lucu muncul waktu Tarzan di foto. Yah nonton sendiri deh. Oh iya seperti kebanyakan film sukses lainnya. film ini ada lanjutannya, judulnya Tarzan Pensiunan (1976). Dan ge berhenti disitu, belum lama (2003) muncul sinetron berjudul Tarzan betawi dibintangi oleh Mandra

LINKS & JOURNAL


Bamus BetawiPosted on Mar 1, '06 4:42 AM for everyone"Situs resmi Badan Musyawarah Masyarakat Betawi. Berisi berita betawi, berita keg..."

Kuping BetawiPosted on Feb 2, '06 4:59 AM for everyone""Blog ini berupaya untuk mengumpulkan lirik lagu-lagu Betawi, khususnya dari Ben..."
mdamt.wordpress.com

Jakarta Tempo DuluPosted on Sep 8, '05 2:27 PM for everyone
indonesiancommunity.multiply.com

Asal Usul Nama IndonesiaPosted on Sep 8, '05 2:23 PM for everyone
indonesiancommunity.multiply.com

D'Kabayans - Eti Gadis JujurPosted on Aug 12, '05 7:28 AM for everyone"Dalam format MP3, sekedar memorih -"Kenapa.... diam-diam saja.. pakai otak at..."
rostiany.multiply.com

Lagu-Lagu Nasional IndonesiaPosted on Aug 9, '05 4:15 PM for everyone"Bulan agustus, suasana hari kemerdekaan dong, nah biar makin larut dan kerasa, m..."
ti2n.multiply.com

http://benyamin.multiply.com/links/item/4Posted on Jun 20, '05 3:18 PM for everyone
imdb.com

Bens RadioPosted on Jan 22, '05 4:25 AM for everyone"Radio Betawi Atu atunye. BENS RADIO 106.2 FM Jl Tarumanagara No.45, Ciputat, ..."
etnikom.com

hompej nya agusPosted on Jan 4, '05 2:33 AM for everyone"Webnya si penjaga Benyamin.multiply, Isinya biasa aja sih, masuk jajaran blog ja..."
agus.natnit.net